Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. (Koentjaraningrat, 1986: 180). Selanjutnya Koentjaraningrat berpendapat bahwa unsur kebudayaan itu ada tujuh. ketujuh unsur kebudayaan itu adalah (1) bahasa, (2) sistem pengetahuan, (organisasi sosial, (4) sistem peralatan hidup dan teknologi, (5) sistem mata pencaharian hidup, (6) sistem religi dan (7) kesenian. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut merupakan unsur pokok yang dapat diperinci menjadi sub-sub unsur yang lebih rinci lagi.
Ini adalah blog yang berisi tentang semua hal yang beruhubungan dengan seni, budaya, bahasa dan masyarakat.
Saturday, September 22, 2012
Friday, September 21, 2012
Penggunaan Auxiliary Be dan Do dalam Kalimat Tanya Bahasa Inggris
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Oleh karena itu, menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar menjadi sangat penting, terutama di kota Yogyakarta, kota pariwisata yang banyak dikunjungi turis asing. Pada kesempatan ini akan saya jelaskan penggunaan kata kerja bantu (auxiliary verb) be, dan do dalam kalimay negative dan kalimat tanya dalam bahasa Inggris. Ini penting karena siswa siswa yang sedang belajar bahasa Inggris sering terbalik atau salah dalam menggunakan be dan do dalam kalimat tanya bahasa inggris. Coba perhatikan kalimat kalimat di bawah ini:
1. Are you study every morning?
2. Do you at home every night?
3. Is he work in Jakarta?
4. Does he tired?
Kalimat kalimat di atas menunjukan kebingungan penggunaan auxiliary be dan do dalam bahasa inggris. Kalimat kalimat tersebut seharusnya adalah:
Bahasa Sebagai Fakta Sosial
Bahasa adalaha susunan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang digunakan sebagai alat komunikasi. Para ahli bahasa telah banyak melakukan kaajian bahasa dari berbagai sudut pandang. dari sudut pandang bahasa sebagai bunyi, misalnya, dapat dikaji bagaimana bunyi dihasilkan, bagaimana bunyi bunyi bahasa membedakan makna sehingga muncul cabang ilmu bahasa (linguistik) yang disebut fonetik dan fonologi. Dalam taraf selanjutnya bahasa juga dapat dikaji dari sudut pandang pembentukan kata, dan bagaimana kata kata disusun menjadi kalimat yang bermakna, sehingga muncul cabang ilmu bahasa lainnya yang disebut Morfologi, Sintaksis, dan Semantik.
Apapun sudut pandang kajian bahasa, pada akhirnya harus disadari bahwa bahasa adalah alat komunikasi individu individu dalam kelompok sosial/masyarakat. Dengan kata lain bahasa adalah fakta sosial. Kajian yang sangat terkenal mengenai bahasa sebagai fakta sosial adalah kajian yang dilakukan oleh Ferdinand de Saussure yang dikenal sebagai bapak linguistik moderen. Ferdinand de Saussure membedakan bahasa menjadi la langue dan la parole. La langue adalah sekumpulan tanda tanda yang digunakan bersama oleh individu individu dalam masyarakat (Dineen, 1967:199). La langue merupakan abstraksi tingkah laku bahasa masyarakat, yang sudah menjadi kesepakatan antar anggota masyrakat tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)